Teknologi Radiasi dan Aplikasinya pada Buah Tropis
Meta Description
| Bagaimana teknologi radiasi diterapkan pada mangga, manggis, salak, rambutan, dan buah tropis lainnya untuk memenuhi persyaratan ekspor? |
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil buah tropis terbesar di dunia. Mangga, manggis, salak, rambutan, pepaya, nanas, dan berbagai buah lainnya tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang besar di pasar internasional. Namun, untuk dapat memasuki negara tujuan ekspor, buah-buahan tersebut harus memenuhi persyaratan karantina yang ditetapkan oleh negara pengimpor.
Sebagaimana telah dibahas pada artikel-artikel sebelumnya, salah satu tantangan utama dalam perdagangan buah segar adalah kemungkinan terbawanya hama karantina, terutama serangga seperti lalat buah. Negara tujuan menghendaki jaminan bahwa buah yang diimpor tidak menjadi media penyebaran organisme pengganggu yang dapat mengancam sektor pertanian mereka.
Salah satu teknologi yang kini semakin banyak digunakan untuk memenuhi persyaratan tersebut adalah perlakuan karantina menggunakan radiasi, atau lebih dikenal sebagai iradiasi. Teknologi ini telah diterapkan di berbagai negara dan menjadi salah satu metode perlakuan yang diakui dalam perdagangan internasional.
Lalu, bagaimana sebenarnya proses iradiasi dilakukan? Mengapa buah yang telah diiradiasi tidak menjadi radioaktif? Dan bagaimana teknologi ini diterapkan pada buah-buahan tropis? Artikel ini akan membahasnya secara sederhana dan mudah dipahami.
Apa yang Dimaksud dengan Iradiasi?
Iradiasi adalah proses pemaparan radiasi pengion kepada suatu bahan dengan dosis tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks karantina tumbuhan, tujuan utamanya adalah mengendalikan organisme pengganggu yang mungkin terdapat pada komoditas pertanian.
Perlu dipahami bahwa iradiasi bukan proses penambahan zat kimia ke dalam buah dan juga bukan proses yang membuat buah menjadi radioaktif. Energi radiasi hanya diberikan selama proses perlakuan untuk memengaruhi organisme sasaran, kemudian proses selesai tanpa meninggalkan sifat radioaktif pada produk.
Prinsip ini serupa dengan pemeriksaan menggunakan sinar-X di rumah sakit. Setelah seseorang menjalani pemeriksaan, tubuhnya tidak berubah menjadi sumber radiasi. Demikian pula dengan buah yang telah diiradiasi.
Fasilitas dan Sumber Radiasi yang Digunakan
Ada tiga jenis fasilitas iradiasi, atau iradiator yang dapat digunakan untuk perlakuan karantina ataupun aplikasi industri lainnya.
Yang paling banyak digunakan fasilitaas iradiator gamma yang menggunakan radioisotop Cobalt-60 sebagai sumber sinar gamma. Yang lain fasilitas mesin berkas elektron (electron beam machine) yang mampu menghasilkan berkas elektron sebagai energi radiasi. Digunakan juga peralatan khusus yang mampu menghasilkan sinar-X berenergi tinggi.
Meskipun berasal dari teknologi yang berbeda, ketiga sumber tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan dosis radiasi yang telah ditentukan secara tepat dan terkendali.
Pemilihan jenis sumber radiasi bergantung pada kapasitas fasilitas, jenis komoditas, ketebalan produk, kebutuhan operasional, serta pertimbangan ekonomi.
Bagaimana Proses Iradiasi Dilakukan?
Bagi sebagian orang, fasilitas iradiasi mungkin terdengar rumit atau bahkan menakutkan. Padahal, secara umum prosesnya berlangsung secara sistematis dan sepenuhnya terkendali.
Buah yang akan diperlakukan terlebih dahulu disortir berdasarkan standar mutu. Setelah itu buah dikemas sesuai kebutuhan pemasaran. Pengemasan sebelum perlakuan menjadi salah satu keunggulan iradiasi karena dapat mengurangi risiko kontaminasi ulang setelah proses selesai.
Produk yang telah dikemas kemudian ditempatkan pada sistem pengangkutan (conveyor) di dalam fasilitas iradiasi. Selama proses berlangsung, produk melewati sumber radiasi dalam waktu tertentu sehingga menerima dosis yang telah ditetapkan.
Seluruh proses diawasi menggunakan sistem dosimetri, yaitu sistem pengukuran dosis radiasi untuk memastikan bahwa setiap bagian produk menerima dosis sesuai dengan ketentuan.
Setelah perlakuan selesai, produk dapat langsung dipindahkan ke ruang penyimpanan atau didistribusikan tanpa memerlukan proses tambahan untuk menghilangkan residu, karena memang tidak ada bahan kimia yang digunakan selama perlakuan.
Mengapa Buah Tidak Menjadi Radioaktif?
Pertanyaan ini merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh masyarakat.
Jawabannya adalah tidak.
Energi radiasi yang digunakan dalam perlakuan karantina hanya melewati produk untuk memberikan efek biologis terhadap organisme sasaran. Energi tersebut tidak mengubah buah menjadi sumber radiasi.